Rabu, 01 Oktober 2025, Oktober 01, 2025 WIB
Last Updated 2025-10-01T06:13:29Z
BatamPEMKO BATAM

𝐑𝐚𝐤𝐨𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐚𝐠𝐫𝐢, 𝐏𝐣 𝐒𝐞𝐤𝐝𝐚 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧𝐬𝐲𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬 𝐌𝐁𝐆 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐓𝐁𝐂



𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, memimpin jalannya Zoom Meeting Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan agenda pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penuntasan Tuberkulosis (TBC), Senin (29/9/2025) di Kantor Wali Kota Batam.


Dalam rapat tersebut, Firmansyah didampingi perwakilan dari Bappeda Kota Batam, Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Pendidikan Kota Batam, RSUD Embung Fatimah, BPKAD Kota Batam, serta Bagian Hukum Setdako Batam.


“Pemerintah Kota Batam berkomitmen mendukung kebijakan nasional dalam mempercepat penuntasan TBC sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, sehat, dan sesuai standar,” ujar Firmansyah.


Terkait percepatan penanganan TBC, pemerintah pusat menekankan pentingnya penguatan strategi di daerah melalui skrining, pemberian terapi pencegahan, serta peningkatan keberhasilan pengobatan. Kepala daerah dan seluruh jajaran diminta menjadi ujung tombak dalam upaya menekan prevalensi TBC, khususnya di wilayah dengan kasus tinggi.



Ada tiga kewajiban daerah dalam penanganan TBC sendiri, diantaranya mengintegrasikan agenda TBC dalam forum koordinasi daerah, melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, serta melibatkan seluruh petugas dan penyuluh di daerah.


Sementara itu, pada pelaksanaan Program MBG, pemerintah menekankan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah risiko keracunan pangan di sekolah. Pemerintah daerah diminta memperhatikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), pengecekan bahan pangan, proses pengolahan hingga distribusi, serta melibatkan orang tua dan pihak sekolah untuk menjaga keamanan makanan.


Firmansyah menegaskan bahwa Pemko Batam akan segera menindaklanjuti arahan pusat, baik dalam upaya menekan angka TBC maupun dalam memastikan MBG berjalan lancar.


“Kami akan memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan sekolah, puskesmas, serta orangtua wali murid agar dua program prioritas ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan warga,” tutupnya.